Harblognas

Posted on 27 Oktober 2010

12



Ternyata, ada Hari Blogger Nasional (Harblognas). Kabarnya, tanggal ini, 27 Oktober tiga tahun yang lalu, Menkominfo saat itu, Muhammad Nuh, mendeklarasikan Hari Blogger Nasional. Oh…. mantabs. Baru beberapa hari masuk dunia Blogg, disambut oleh Harblognas.
Harblognas yang dideklarasikan oleh Menkominfo sungguh merupakan salah satu wujud perhatian pemerintah terhadap eksistensi pengeblogg. Apapun, Blogger memiliki fungsi yang besar dalam penyebarluasan informasi. Walaupun lebih bersifat subjektif, blogg memiliki kekuatan yang luar biasa. Apa jadinya jika tidak ada blogg. Informasi-informasi yang dibutuhkan seseorang yang dicari lewat mesin pencari, sebagian besar ia temukan dalam sebuah blogg.
Namun demikian, ada beberapa persoalan yang masih mengganjal berkaitan dengan Harbolgnas ini.
PERTAMA, sudahkah Harblognas yang dideklarasikan Menkominfo tiga tahun yang lalu ini diresmikan? Artinya, hari tertentu yang dicanangkan pemerintah perlu diresmikan dengan Peraturan Perundangan  semacam PP, Kepres, atau Kepmen.  Sepertinya ini belum, kan? Maaf kalau saya keliru. Tapi ini penting, sebagai legalisasi hari tertentu. Jika hari ini memang dinobatkan sebagai harblognas, tentunya lebih mantab lagi jika ditetapkan dengan peraturan perundangan. Jangan sampai hanya ucapan Pak Menteri menjadikan kita (para blogger) terbuai karena sudah diberi hari (meskipun, ucapan Pak Menteri sudah merupakan wujud perhatian pemerintah). Intinya, jangan sampai (hanya) ucapan Bapak-Bapak Pejabat menjadi dasar sesuatu. Perlu ada bukti tertulis lewat peraturan perundangan.
KEDUA, Bagaimana sosialisasi harblognas ke tingkat daerah? Kalau di pemerintah pusat (yang direpresentasikan oleh Pak Menteri) sudah mengakui keberadaan blogger, tentunya pemerintah daerah juga perlu mengakui eksistensi blogger dan komunitasnya. Setidaknya, kaum blogger dan komunitas blogger dimasukkan dalam Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang biasanya didirikan oleh Pemerintah Daerah.
Tentunya, ini juga tergantung pada eksistensi blogger dan Komunitas Blogger di daerah. Jika sebuah komunitas Blogger eksis, pasti keberadaannya juga dipandang penting oleh Pemerintah Daerah. Artinya, Komunitas Blogger perlu memulai menjalin hubungan dengan pemerintah daerah, misalnya dengan mengundang Kepala Daerah atau Pejabat yang berwenang dalam bidang Informasi dan Komunikasi pada acara-acara yang dilakukan oleh komunitas tersebut. 
Kembali pada sosialisasi harblognas di tingkat daerah, ini berhubungan dengan permasalahan pertama, yaitu dasar hukum penetapan Harblognas. Jika dasar hukum sudah terbit, tentunya pemerintah daerah tinggal sendika dhawuh terhadap peraturan yang dikeluarkan pemerintah pusat.
KETIGA, Bagaimana kontribusi nyata Blogg bagi rakyat? Ini berpulang pada para Blogger. Jangan sampai Blogger dibuatkan hari tertentu, namun tidak memiliki kontribusi positif untuk rakyat. Salah satunya, tidak mengunggah tulisan-tulisan yang menyesatkan, menimbulkan perpecahan, dan merusak moral.
Demikian sedikit pandangan mengenai Harblognas, semoga jadi bahan pemikiran kita. Terima kasih sudah membaca. 🙂
Iklan
Posted in: dunia blogg